Gambar diatas merupakan flyer yang membahas mengenai Infamous Sneaker Breaker. Pada flyer tersebut terdapat beberapa pengaruh seni komtemporer, dilihat dari gambarnya terdapat pengaruh dari art Nouveau yang mana terdapat sulur yang dibuat pada pinggiran gambar sepatunya. Dalam penggunaan warnanya, dipengaruhi oleh unsur popart. Dan jika kita amati lebih lanjut terdapat unsur Art Deco yang memadukan bentuk-bentuk baru, disederhanakan sehingga menjadi dekoratif yang berkesan sudah lama.
Pengaruh Seni Kontemporer April 6, 2008

Gambar diatas merupakan halaman majalah, yang mengiklankan tempat makan “Es Teler 77″. Pada gambar tersebut dapat kita lihat dengan jelas pengaruh dari seni kontemporer, terutama aliran art nouveau. Pada gambar diatas dapat kita lihat banyaknya penggunaan ornamen-ornamen sulur. lingkaran-lingkaran yang geometris, dan liukan-liukan khas Art Nouveau.
Pengaruh Seni Kontemporer March 28, 2008
Gambar di atas adalah cover buku. Cover buku tersebut terlihat sedikit bergaya Art Nouveau dan Pop Art, terutama dari figure wanitanya yang berambut panjang dan agak berulir-ulir serta agak kekartun-kartunan. Kemudian dengan backgroundnya berupa lingkaran-lingkaran yang merupakan bentuk geometris, sedikit mengadaptasi gaya Art deco. Sementara dari warnanya yang keemasan, memberikan kesan yang glamour dan modern.

Gambar di atas juga cover dari buku (majalah sekolah). Dilihat dari gambarnya, terkesan adanya gaya Futuristik yaitu dari penonjolan tipografinya yang ditunjukkan dengan jenis tulisannya yang identik dengan teknologi mesin dan juga cara penempatan tulisannya yang agak tumpang tindih dan tidak teratur. Serta adanya garis-garis tambahannya memberikan kesan adanya unsur gerak dan kecepatan, seperti yang ada pada gaya Futurisme.
Gambar di atas adalah sebuah poster mengenai pameran Miffy yang diselenggarakan Dutch, kita dapat melihat poster ini ditempel di gedung kampus kita baru-baru ini. Gambar kotak di atas gambar Miffy terlihat sekali gaya De Stijl nya, yang tersiri atas warna merah, putih, hitam, kuning dan biru. Kesan simple yang hanya terdiri dari garis-garis saja.
Gambar di atas adalah gambar cover album foto produksi Susan Album Photo. Sekilas kita langsung bisa melihat adanya kesan Art Nouveau di sana, lewat bentuk ulir-ulir frame nya yang memang berkesan flora, untuk menselaraskan dengan foto bunga mawar nya.
Gambar di atas juga merupakan cover depan dan belakang album foto produksi Susan Photo Album. Bergaya art nouveau, yang ditandai dengan ulir-ulir flora yang memenuhi cover hingga membentuk sebuah frame. Gaya art nouveau nya ini semakin menonjolkan kesan feminin dan cantik pada cover album ini.



gambar kursi: meniru gaya Bauhaus milik Marcel Breuer pada tahun 1929
Foto ini diambil di salon Johnny Andrean, Mall Taman Anggrek

Gambar make up: Gambar ini ada pada majalah seventeen Indonesia edisi
Juli 2007.
Make up ini meniru gaya De Stijl milik Piet Mondrian, Composition
Constructivism March 18, 2008
Alian seni constructivism atau dalam bahasa indonesia konstruktivisme, lahir di Rusia pada awal abad ke -20. Seniman aliran konstruktivisme ini kebanyakan merupakan seniman muda dan para remaja, yang menggambarkan seni mereka sebagai kesatuan ide dari seni-seni modern. Aliran ini identik dengan 3 dimensi, karena banyak sekali karya konstruktivisme yang menggunakan teknik penggambaran 3 dimensi. Konstruktivisme menganut abstrak secara keseluruhan yang mengabdi pada modermnitas, memiliki tema yang sering kali geometrik, eksperimensional, dan kadang-kadang emosional. Tema konstruktivisme juga sangan minimalis, mereka memecah bentuk-bentuk yang rumit menjadi bentuk-bentuk dasar. Aliran ini sering menggunakan warna merah, hitam, dan putih pada poster-posternya.
Teori Konstruktivisme diperoleh dari Suprematisme Rusia, De Stijl Belanda dan Bauhaus Jerman. Jerman merupakan tempat kegiatan Konstruktivisme terbanyak di luar Uni soviet setelah Bauhaus Walter Grophius, sebuah seni progresif dan sekolah desain yang simpatik terhadap pergerakan tersebut, sama seperti pusat2 seni lainnya dan akhirnya Amerika Serikat.
Salah satu tokoh seni konstruktivisme adalah Vladimir Tatlin, sebagai orang pertama yang mengedepankan seni yang optimistik, konstruksi relief yang tidak reprentational,pahatan, kinateik, dan lukisan yang menghubungkan seni dengan ide yang konkrit. Ia ingin memperlihatkan bahwa titik puncak seni tidak hanya berputar sekitar seni murni, tetapi seni yang tak ternilai dapat ditemui di dalam seni terapan. Serta seni yang dapat menunjukan aliran proletar mereka. Seni konstruktivisme ini tidak hanya menggunakan kanvas sebagai sarana untuk menyalurkan seni, tetapi aliran ini memmilih untuk memberikan sentuhan seni pada bidang-bidang yang lebih berguna menurut mereka, seperti poster, logo, perabotan, bangunan, dan patung. Aliran ini juga masuk pada seni arsitektur di Rusia saat itu, banyak nya bidang yang mereka gunakan membuat masyarakat nya sangat identik dengan konstruktivisme, bukan hanya seniman nya. Selain Tatlin, ada pula seniman konstruktivisme lain yang cukup terkenal seperti Kasimir Malevich, Alexandra Exter, Robert Adams, dan El Lissitzky.
Vladmir Taltin

Contoh- contoh karya konstruktivisme
De Stijl March 17, 2008
Pemahaman Awal
de Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an yang tidak representasional, tidak ilustratif, ataupun naratif. Tokoh utama pendirinya adalah Piet Mondrian. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni. Sebenarnya de Stijl sendiri adalah nama dari sebuah majalah seni di Belanda yang terbit antara tahun 1917-1931.
Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia. Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.
Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair. Dilihat dari bentuk-bentuk geometrisnya dengan susunan konstruksi yang sangat teknis, de Stijl dapat disebut sebagai bagian dari aliran/ gerakan seni Eropa yang dinamakan Konstruktivisme.
Pengaruh dan perkembangan
Pada awalnya Mondrian banyak dipengaruhi oleh Kubisme-nya Picasso. Namun Kubisme tidak mengembangkan absrtaksi secara optimal sebagaimana yang diinginkan olehnya: “the expression of pure reality” (Facherau, 1994:20). Ini yang menyebabkan Mondrian mengembangkan sendiri abstraksi dengan menghilangkan garis lengkung sehingga tersisa garis vertikal dan horizontal, gaya ini yang disebut Neo-Plastisisme. Meskipun istilah Neo-Plastisisme sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding.
Neo Plastisisme adalah sebuah gaya dalam De Stijl yang menekankan kelenturan bidang dengan cara memanfaatkan garis vertikal horizontal dan warna (biru-merah-kuning dan hitam-putih). Salah satu karya terkenalnya adalah Compasition with Red, Yellow, Blue, and Black Composition (1921). Lukisan ini adalah salah satu dari sekian banyak rangkaian karya-karya lukisnya yang terdiri dari bidang dan garis vertikal horizontal berwarna merah, biru, kuning, dan hitam-putih.
Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.
Gerrit Rietveld adalah seorang arsitek Belanda yang diilhami oleh gaya lukisan Mondrian. Rietveld merancang sebuah rumah untuk seseorang yang bernama Schroeder. Rumah beserta interior dan kursinya memiliki bnetuk dan warna berdasarkan lukisan Mondrian. Rumah tersebut terkenal dengan sebutan berdasarkan nama pemiliknya: “Schroeder House” dan kursi rancangannya dinamakan “Red/ Blue Chair” (1918-1923).
Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.
de Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terbit untuk mengenang kematian Theo van Doesburg.
Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl
Piet Mondrian (1872 – 1944)
Theo van Doesburg (1883 – 1931)
Ilya Bolotowsky (1907 – 1981)
Marlow Moss (1890 – 1958)
Amédée Ozenfant (1886 – 1966)
Jean Gorin (1899 – 1981)
Burgoyne Diller (1906 – 1965)
Georges Vantongerloo (1886 – 1965)
Gerrit Rietveld (1888 – 1964)
Bart van der Leck (1876 – 1958)
Beberapa Karya-karya de Stijl:
![]()
Composition with Red, Blue, Yellow by Piet Mondrian
Red Blue Chair by Gerrit Rietveld (1884-1964)
Schroeder House by Gerrit Rietvield (1884-1964)
Bed Rietveld by Gerrit Rietveld
Clock Rietveld by Gerrit Rietveld
Compo
Onzestijl
Giehler
Cairn destijl
Cesar-domela-dutch (1900-1992)
Destij_mond_com17_th
destij_mond_wbr36_th
Georges-vantongerloo-belgian (1886-1965)
Piet Mondrian-Born Pieter Cornelis (1872-1944)
Piet Mondrian-Broadway Boogie Woogie (1942-43)
Piet Mondrian-Color Panels in oval (1934-14)
Piet Mondrian-Composition c (1920)
Piet Mondrian-Composition in brown and gray (1913-14)
Piet Mondrian-painting i tableau i (1926)
Piet Mondrian-Trafalgar square (1939-43)
Piet Mondrian tress (1912)
Theo-van-doesburg-born-christian (1883)
Theo-van-doesburg-pure-painting (1920)
Vilmos-huszar-born-hungary (1884-1960)
Referensi:
Adityawan , Arief, Tinjauan Desain: Dari revolusi Industri Hingga Posmodern, FSRD UNTAR, 1999, 45-46.
Futurism March 16, 2008
- Sejarah Furturism
Berasal dari Negara Italia tahun 1909
Di dirikan oleh Filipo Maribetti, seorang sastrawan yang mendapat inspirasi dari kehidupan yang berubah menjadi modern berkat tekni mesin.
Futurism adalah suatu seni yang dimana menangkap unsur gerak dan kecepatan kedalam lukisan dengan memanfaatkan prinsip aneka tampak (multiviewprint). Futurism termasuk aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain sehingga banyak penyair futurism yang menmanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan perasaan dalam berpuisi.
Futurism merupakan gejala dari era modern yang tidak hanya berkisar di bidang sastra tapi juga politik. Futurism merupakan era seni pertama abad ini yang menjadi ideology, tenaga, bakat dan mengubahnya untuk mencapai suatu tujuan dari pada memajukan seni artistik atau perseorangan. Gerakan futurism tidak melewati rentenan karya-karya seperti yang dilakukan gerakkan lain.
Filipo Tommaso Marinetti
Marinetti adalah seorang pengacara dan seorang seniman yang mempunyai perhatian pada sastra. Sesudah lulus dari S1, dia mulai menerbitkan majalah sastra kontroversial, “Poesia”. Majalah ini membahas sesuai dengan citra Marinetti berkisar tentang masalah statis dan mengungkapkan hasrat untuk masyarakat baru dan inovatif. Cita-cita majalah Marinetti antara lain menghasut aktivisme politik, yang tertekan oleh kerajaan King Victor Emmanuel III.
Marinetti memusatkan seluruh kegetirannya kepada Raja dan mendesak warganegara Itali untuk menyanggah perlakuan kejam yang mereka alami. Dia juga mengusulkan bahwa Itali sebaiknya menjadi seorang anggota yang European Community dan menyalahkan raja atas ketidakmampuan Itali untuk menjadi negara utama di Eropa, sewaktu Eropa sering dikuasai oleh negara Inggris yang lebih kuat dari Jerman.
Sewaktu Marinetti memperkembangkan filsafat artistiknya dan kemampuan jurnalistiknya, dia memahami adanya keperluan untuk menyusun kepercayaannya di semacam doktrin. Sehelai koran Paris Le Figaro menerbitkan The Founding Marinetti dan Manifesto of Futurism pada 20 Juli, 1909.
Di manifesto ini, Marinetti berasal masa “Futurism”, yang memantulkan tekanannya dan membuang seni statis dan tak penting dimasa lalu dan pergolakan, keaslian, dan daya cipta di seni, kebudayaan, dan masyarakat. Manifesto Marinetti juga menyatakan pentingnya teknologi baru, secara khas mobil, karena kekuasaan dan keruwetannya. Dia menyemangati ketidaksetujuan terhadap demonstrasi dan menolak politik ortodoks dan kerusakan lembaga seperti museum dan perpustakaan. Bentuk dari manifesto mereka seharusnya menimbulkan perhatian untuk Marinett. Oleh karena itu, dia mendesain secara istimewa untuk mengadakan diskusi dan tindakan.
Manifesto agresif Marinetti menyebabkan Itali yang majuke abad kedua puluh. Pandangannya terhadap politik adalah agar orang mempunyai visi artistic dalam pemikiran untuk membuat permintaan umum kepada masyarakat yang berpikir maju.
Banyak seniman yang terobsesi dengan Marinetti yang menyatakan bahwa orang lain hanya di jiwa. Beberapa seniman tersebut menunjukkan bahwa pernyataan Marinetti tersebut bukan berarti apa-apa dalam pergerakanbaru futurisem. Walaupun kemugkinan sebenarnya tidak membujuk pengikutnya untuk melakukan konsep yang ada. Manifesto of Futurism berkembang dengan pesat. Dan dalam perdalaman Itali muali terjai aksi protes. Dengan mengadakan pertemuan, memberi pidato dengan cara demonstrasi untuk memajukan posisi politik mereka.
African Campaign, yang dilawan pada 1911. Kampanye ini memenangkan Itali lebih banyak tanah dan tenaga dan sehingga menjadi seorang pemain Eropa yang lebih penting. Masyarakat eropa mengatakan perasaan atas ketidak-senangan terhadap posisi Futurism yaitu Sosialis dan orang Katolik, yang masih di berada di posisi pemerintah.
Marinetti menunjukkan usaha politiknya untuk memperoleh kembali tanah di bagian utara Itali yang sudah dituntut oleh Austria. Dan pada 1915, Itali memenangkan kembali hak-hak ke kebanyakan wilayah utara ini. Ketika perang dunia pertama selesai, beberapa dari mereka, seperti Luigi Russolo, menjadi perwira di tentara dan menjadi tentara yang sangat bangga. Di akhir perang, Futurism kembali memromosi dan memberikan kepada mereka filsafat agar mereka berpikir yang lebih maju.
Benito Mussolini
Dia merupakan politikus yang aktif dalam Futurism selama tahun 1918 sampai 1920. Setelah re-integrasi berhasil mendapatkan posisi di dalam masyarakat Futurism, Mussolini mempergunakan pengaruh politiknya untuk mendiamkan mereka. Membuang Futurists dalam bidang politik sangat disayangkan dan membaut mereka sendiri terjun langsung dan untuk aktivis di politik. Tindakan artistik gerak-gerik Futurist ini membuat kebudayaan ini berkembang.
Sesudah menulis Yayasan dan Manifesto Futurism, Marinetti menjadi pemimpin de fakto gerak-gerik Futurist dan yang paling kaut adalah dokrin yang menyatakan bahwa semua ajaran futurism yang diganti secara belaka untuk menggemakan bahasa dan gaya tulisan retaknya yang tumbuk.
- Beberapa karya futurism:
Adityawan, Aries. Tinjauan Design dari Revolusi Industri sampai posmodern. Halaman 37. 1999.UPT Penerbitan Tarumanegara. Jakarta
www.ibiblio.org/wm/paint/glo/futurism
www.artchive.com/artchive/futurism.html
en.wikipedia.org/wiki/Futurism_(art)
Bauhaus March 13, 2008
Bauhaus 1919-33
Bauhaus lahir pada pasca perang dunia pertama. Ditengah kecamuk perang dunia pertama, saat berbagai kepentingan berubah wujud menjadi tank, senapan, granat dan kemudian tangisan dan darah menjadi hasilnya, dengan mantap Walter Gropius, seorang Jerman, tergugah untuk ikut memperbaiki ekonomi negaranya yang luluh lantak akibat perang. Teknologi menjadi kata kunci penyelamatan. Maka dimulailah proyek besar sebuah integrasi antara teknologi industri dan seni. Gropius berkeinginan untuk membuat lembaga yang berfungsi sebagai “consulting art center for industry and the trades ” (Bauhaus 1919-1928 p.12). Lewat Bauhaus, Gropius, sang pendiri Bauhaus, merasa perlu untuk mengintegrasikan antara seni lukis, patung, kriya dan disain sebagai elemen yang tujuan akhirnya adalah sebuah lanskap arsitektur yang utuh.
Kata Bauhaus berasal dari ‘Bauen’ yang berarti to build dan ‘hous’ yang berarti the house. Selain itu seni panggung, teater juga menjadi bagian dari proyek edukasi Bauhaus yang resmi didirikan tahun 1919 di Weimar.
Bauhaus dimulai dengan definisi utopia : “Bangunan dengan masa depan”, menggabungkan semua kesenian dalam kesatuan yang ideal. Ini adalah kewajiban tipe baru seniman diluar sepesialisasi akademik. Walter Gropius mengembangkan pengajaran dengan metode baru dan meyakinkan bahwa bahwa dasar dari berbagai seni dapat ditemukan dari keterampilan tangan: “Sekolah ini akan menjadi ruang kerja.” Tentu saja, seniman dan pengerajin memimpin kelas dan produksi bersama-sama pada Bauhaus di Weimar. Diharapkan ini dapat mengangkat perbedaan antara seni murni dan seni terapan.
Kenyataan dari peradaban teknis, tapi, berdasar pada kewajiban yang tidak bisa terpenuhi oleh kerajinan tangan. Pada 1923, Bauhaus bereaksi dengan perubahan program, yang ditandai dengan gambaran masa depan dibawah motto:”seni dan teknologi- sebuah kesatuan baru.”
Tahun 1924 pembiayaan untuk Bauhaus dipotong sangat drastis atas dorongan dari kekuatan konservasi untuk mencari rumah baru. Akhirnya Bauhaus pindah ke Dessau. Di tempat baru ini dibuat bangunan pusat Bauhaus yang diarsiteki oleh Walter Gropius. Bangunan ini memiliki arti penting dalam sejarah arsitektur modern. karena bangunan ini dirancang lebih kompleks dan utuh. Jerman ibarat medan pertarungan ideologi yang tak berkesudahan saat itu, sebuah peristiwa penting terjadi. Saat Bauhaus tengah ‘masyuk’ dengan program dan hasilnya yang gemilang, kapak ‘Nazi-Hitler’ selain aktif menebas musuh ideloginya ternyata juga menebas Bauhaus, institusi yang ironinya berjasa membangkitkan ekonomi Jerman dan justru bertempat di Jerman. Dengan ditutupnya Bauhaus pada 1933 oleh Nazi, Gropius, Mies dan pemimpin fakultas lainnya di Bauhaus melarikan diri ke Amerika dan disana, Gropius mengajar di Universitas Havard. Justru akibat pelariannya ini, pengaruh Bauhaus, teori disain, arsitektur dan metode edukasi seninya seperti semakin bersemi di daratan Amerika dan kian menyebar di negara Eropa lainnya.
Prinsip-prinsip Bauhaus : Walter dan Mies
Bauhaus adalah institusi yang menarik. Tidak hanya merupakan lembaga edukasi, namun sekaligus Bauhaus mempunyai prinsip yang ‘idelogis’ sifatnya. Misalnya, bahwa seni harus bertemu dengan keinginan masyarakat, tiadanya batasan antara seni murni (fine arts) dan seni terapan (applied arts). Secara eksplisit Bauhaus mengutarakan prinsip idelogisnya antara lain : menyelamatkan seni dari isolasi terhadap dirinya dan kemudian menemukan kembali dirinya (Whitford, p.11). Mengembangkan keahlian seni dan kriya (crafts) individual dan bekerjasama dengan mengkombinasikan semua keahlian, Kedua, membebaskan dan menaikkan status, kriya (crafts), kursi, lampu, teapot dan lainnya kepada level yang sama dengan lukisan, patung. Dan ketiga, mengatur kontak kepada pimpinan industri dan kriya (crafts) demi keuntungan mandiri dari ketergantungan dukungan pemerintah dengan cara menjual disain ke industri.
Menyebut Bauhaus, seperti sulit menyampingkan dua nama : Walter Gropius dan Ludwig Mies Van Der Rohe. Kedua orang ini cukup aktif meletakkan dasar-dasar penting prinsip-prinsip di Bauhaus dalam periode kepemimpinan Bauhaus yang berbeda . Misalnya, Walter Gropius (1883-1969), seorang yang pernah mandapat latihan profesional di Munich, mengembara di Spanyol dan di Italia ia bergabung dangan Studio Behrens. Jangkauan pemikiran Walter mencakup hampir semua benda fungsional dan ia ingin memajukan desain produk dengan jalan mengawinkan seni rupa dengan industri. Dibawah pimpinan Gropius, Bauhaus menjadi pusat pendidikan desain terpenting. Gropius membuat disain inovatif, yang membawa material dan metode konstruksi dari teknologi modern. Ia menggunakan teknologi sebagai basis juga menstransformasikan bangunan menjadi presisi dengan mengikuti kalkulasi matematis.
Kemudian Ludwig Mies Van Der Rohe (1886-1769) : baginya keindahan nampak dalam kesederhanaan. Pandangan estetisnya ini sering dikaitkan dengan estetika fungsionalis yang populer pada abad 20. Ia membuktikan pada rancangan bangunannya yaitu Seagram Building di New York, gedung bertingkat 38 yang memadukan logam dan kaca. Ia untuk beberapa waktu menggantikan kepemimpinan Walter Gropius d Bauhaus.
Kelas-kelas
Johaness Itten 1919-1922
Dengan tujuan untuk menyediakan alat-alat dasar, termasuk perkenalan dari prinsip-prinsip dasar sekolah, Bauhaus mengembangkan spesifikasi pendahuluan kursus.
Ini memungkinkan para murid dilatih bagaimana bekerja dengan materi dan mendapatkan pelajaran dengan karakteristik warna dan bentuk.
Itten menyadari bahwa kekontrasan antara terang dan gelap adalah salah satu nilai terpenting dan mahal yang berarti dalam berkreasi. Pembelajarannya adalah seperti bidang dari materi murni dan teksturnya ataupun juga bidang dari bentuk seni patung.
Kursus ini dikepalai oleh tokoh terkenal di Bauhaus, seperti paul Klee dan Vassily Kandinsky.
Josef Albers 1923-1933
Mengikuti Johaness Itten, Albers mengajar kelas materi, bersamaan dengan Moholy-Nagy. Prioritas diberikan pada bekerja dengan material, pengetahuan akan teknik industri dan penggunaan maksimal dari materi dasar seperti kayu, logam, kaca, batu dan kain.
Disini, kolase menjadi sangat populer.
László Moholy-Nagy 1923-1928
Moholy –Nagy lebih mencondong pada aspek teori sementara Josef Albers lebih mencondong pada perspektif praktek.
Kursus ini difokuskan pada tiga mata pelajaran. Pertama, para murid belajar mengkombinasikan elemen. Pembelajaran ini berguna untuk mengetahui persepsi nilai raba. Fokus kedua adalah latihan membedakan komposisi konstruksi. Hal ini berguna untuk mengetahui keidealan konstruksi. Yang ketiga adalah pembelajaran paling terkenal dari kursus Moholo-Nagy, yaitu studi tentang tiga dimensi yang berguna untuk mempertajam perasaan akan volume dan perluasan dari solusi yang berguna. Disini, para murid dapat belajar akan dasar dari esterika visual, seperti ukuran dan proporsi, ilmu stastika dan dinamika. Selain itu, mereka juga dibiasakan dengan kualitas seperti berat, elastisitas dan kepadatan dari berbagai material.
Teori dasar desain Paul Klee 1921-1931
Paul Klee melakukan pendekatan yang meliputi asal mula sesuatu berdasarkan dari karakteristik garis. Ia mengilustrasikan fenomena pergerakan dengan bantuan dari lingkaran dan pendulum, spiral dan panah.
Teori warna Klee didasarkan akan prinsip pergerakan yang menonjol sebagai posisi individu pada sejarah, seperti teori. Dimulai dengan enam warna pelangi, ia mengubah fenomena ini dengan lingkaran yang dibagi menjadi enam bagian. Hubungan antara warna pada lingkaran menghasilkan dua gerakan yang berbeda: gerakan melingkar ke tengah dan lurus dalam diameter lingkaran. Dari bentuk lingkaran, ia memperoleh segitiga dari warna dasar yang kemudian ia kembangkan menjadi ”elemen bintang”, termasuk hitam dan putih.
Karya-karya Seniman Bauhaus
Referensi:
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/kunst/kunst_plastik.htm
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/index.htm
http://www.bauhaus.de/english/sammlungen/fotoarchiv.htm
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/architektur/architektur_mies.htm
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/architektur/architektur_gropius.htm
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/kunst/kunst_malerei.htm
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/kunst/kunst_mappe_gropius.htm
http://sudjuddartanto.blogspot.com/2006/11/bauhaus-kala-pilar-seni-modern.html
Art Deco March 8, 2008
Art Deco merupakan seni dekoratif, desain dan arsitektur yang bergaya elegan, yang muncul sebagai reaksi modernisasi melawan gaya Art Nouveau. Karena masih dekat dengan gaya Nouveau, maka adanya penggunanan bentuk geometris yang kaku dan simetris sehingga lebih menggambarkan mesin-mesin (tidak seperti flora yang meliuk-liuk).
Art Deco muncul dan berkembang di Perancis di antara dua perang dunia. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Gaya ini dipengaruhi oleh aliran Kubisme dan Fauvisme serta gaya Mesir dan Indian. Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut, dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbol modernitas.
Gaya Art Deco disebut juga gaya Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecenderungan dekoratif lama. Desain ini banyak menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias.
Perancis sebagai pusat Art deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Di Perancis, perkembangan Art Deco juga dipengaruhi oleh dunia mode. Desain Art Deco banyak menggunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan. Namun tidak semua gaya Art Deco selalu berhubungan dengan kemewahan, gaya ini seringkali juga memanfaatkan bahan-bahan sederhana untuk menampilkan kesan mewah.
Bila modernisasi menggunakan pendekatan ”less is more” maka Art Deco mencoba tampil di tengah-tengah jaman modernisasi tapi dengan memanfaatkan ornamen hias. Sebaliknya bila ”form follows function”, maka Art Deco tampil dengan gaya hiasannya. Art Deco banyak digunakan untuk menampilkan kesan futuristik.
Beberapa tokoh-tokoh Art Deco dan karya-karyanya antara lain:
Rene Lalique (1860-1945; Perancis)
Leon Bakst (1866-1924; Rusia)
Pierre-Felix Fix-Masseau (1869-1937; Perancis)
Josef Hoffmann (1870-1956; Austria)
Jean Dunand (1877-1942; Swiss)
Lee Lawrie (1877-1963; Jerman)
Eileen Gray (1879-1976; Irlandia)
Emile-Jacques Ruhlmann (1879-1933; Perancis)
Raymond Hood (1881-1934; Amerika)
Jean Dupas (1882-1964; Perancis)
William Van Alen (1883-1954; Amerika)
Walter Dorwin Teague (1883-1960; Amerika)
Paul Manship (1886-1966; Amerika)
Winold Reiss (1886-1953; Jerman/ Amerika)
Louis Icart (1888-1950; Perancis)
C. Paul Jennewein (1890-1978; Jerman/ Amerika)
Erte (1892-1990; Rusia/ Perancis)
Norman Bel Geddes ( 893-1958; Amerika)
Meredith Frampton (1894-1984; Inggris)
Tamara de Lempicka (1898-19980; Polandia)
Cassandre (1901-1968; Ukraina/ Perancis)
Viktor Schreckengost (1906; Amerika)
Profesi pedesain grafis di Amerika banyak mendapat peluang dengan berkembangnya dunia pers. Desain mobil dan pesawat terbang menjadi pedoman umum dalam desain produk dan interior. Kedua sarana yang menggunakan teknologi terkini itu didesain berdasarkan prinsip keilmuan dalam bidang aerodinamika dan hidrodinamika, sehingga pesawat terbang dan mobil dapat bergerak semakin cepat menembus udara dan air. Desain badan yang memiliki garis dan bentuk ramping dan lurus disebut streamline, dengan ujung meruncing atau membulat.
Pada awalnya desain streamline digunakan dalam teknologi kapal uap abad 19 agar dapat bergerak di air dalam kecepatan tinggi, kemudian menjadi semakin penting dengan berkembangnya teknologi transportasi di abad ke-20 untuk kapal selam, kapal pesiar, kereta api, kapal terbang, dan mobil. Bahkan desain streamline pun diaplikasikan untuk alat rumah tangga agar tampil modern.
Referensi:
Adityawan, Arief, Tinjauan Desain, Jakarta, UPT Penerbitan Universitas Tarumanagara, 1999. hlm 67-72




